MAKALAH MANAJEMEN
PERUBAHAN
“Teori Manajemen Perubahan”
Di ajukan sebagai salah satu tugas kelompok pada mata kuliah Manajemen
Perubahan
Dosen: Ilham Fahmi, S.Pd., M.Pd.
Disusun Oleh:
Listiawandi (1510631120041)
M. Salman
Alfarizi (1510631120046)
Nur Fitria
Lestari (1510631120055)
Siti Amelia (1510631120070)
MPI semester
6
MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS NEGERI SINGAPERBANGSA KARAWANG
2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta ridhonya kepada kita semua. Shalawat serta salam
selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya saya
mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi mata kuliah Manajemen Perubahan, makalah yang berjudul “Teori Manajemen Perubahan”. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam
penyusunan makalah ini, maka kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak DR. H. Amirudin, M.Pd.I, selaku dekan Fakultas
Agama Islam
2. Bapak DR. H. Masykur H. Mansyur Drs, MM. Selaku ketua
kaprodi jurusan Manajemen Pendidikan Islam
3. Bapak Ilham Fahmi, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing mata kuliah yang memberikan,
saran, ide dalam memberikan masukan kepada penulis dalam pembuatan makalah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
belum lah sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari
rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Karawang,
22 Februari 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR
ISI...................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang................................................................................................ 4
1.2
Rumusan masalah.......................................................................................... 4
1.3
Tujuan penulisan............................................................................................ 5
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Manajemen Perubahan..................................................................... 6
2.2 Tujuan dan
Manfaat Manajemen Perubahan................................................. 7
2.3 Pendekatan
Manajemen Perubahan............................................................... 8
2.4 Analisis Teori Manajemen Perubahan.......................................................... 10
2.5 Penyebab
perubahan dan cara mengatasi tantangan terhadap perubahan 13
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.................................................................................................. 16
3.2
Saran............................................................................................................ 17
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................ 18
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebanyakan
diantara kita sudah menyadari bahwa lingkungan di sekitar kita selalu bergerak,
berubah, mempegaruhi kehidupan kita. Dalam dunia yang semakin kompetitif,
melakukan perubahan adalah kebutuhan mutlak. Namun, pengalaman empiris
menunjukkan bahwa upaya perubahan tidak selalu berhasil. Untuk itu, perubahan
yang dilakukan perlu dikelola dengan baik dan benar.
Sumber
daya manusia berperan sebagai pemain kunci untuk keberhasilan perubahan. Oleh
karena itu, kedepan, sumber daya manusia harus selalu ditingkatkan pengetahuan
dan ketrampilannya secara terus-menerus.
Manajemen
perubahan merupakan pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi,
dalam kondisi lingkungan yang bergerak terus-menerus. Manajemen perubahan perlu
mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya, menjalankan proses perubahan
dengan benar dan memberikan peran dan tanggung jawab kepada semua stakeholder
sesuai proporsinya.
Semua organisasi merupakan bagian
dari sistem sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat itu
sendiri memiliki sifat dinamis, selalu mengalami perubahan dan perkembangan.
Tanpa dinamika yang sejalan dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak akan survive apalagi berkembang. Ini berarti bahwa perubahan
dalam suatu organisasi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Secara
terus menerus organisasi harus menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan
yang terjadi di lingkungannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi manajemen perubahan ?
2. Apa tujuan dan manfaat manajemen perubahan ?
3. Bagaimana pendekatan manajemen perubahan
?
4. Bagaimana analisis teori manajemen perubahan ?
5. Apa penyebab perubahan
dan bagaimana cara mengatasi tantangan terhadap perubahan ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui
definisi manajemen perubahan.
2. Untuk mengetahui
tujuan dan manfaat dari manajemen perubahan.
3. Untuk mengetahui pendekatan
manajemen perubahan.
4. Untuk mengetahui analisis
manajemen perubahan.
5. Untuk mengetahui penyebab
perubahan dan cara mengatasi tantangan terhadap perubahan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Manajemen Perubahan
Perubahan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan
manusia. Perubahan mulai disadari menjadi bagian yang penting dari
suatu organisasi diawali sekitar 40 tahun yang lalu. Dimulai oleh dunia usaha
yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan bagi peningkatan kualitas
produksi yang dihasilkan. Berbagai upaya dan pendekatan telah dilakukan
untuk memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan.
Berdasarkan Buku Change Management karangan
Jeff Davidson bahwa Manajemen Perubahan (Change Management) merupakan
sebuah proses penyejajaran (alignment) berkelanjutan sebuah organisasi
dengan pasarnya dan melakukanya lebih tanggap dan efektif dari pada para
peasingnya. Dimana Manajemen Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk
mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam
organisasi. Perubahan dapat terjadi
karena sebab-sebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
Manajemen perubahan adalah proses terus-menerus
memperbaharui organisasi berkenaan dengan arah, struktur, dan kemampuan untuk
melayani kebutuhan yang selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para pekerja
itu sendiri. Kegiatan manajemen perubahan harus berlangsung pada tingkat tinggi
mengingat laju perubahan yang dihadapi akan lebih besar dari masa sebelumnya.
Ada beberapa definisi Manajemen Perubahan menurut Para
Ahli, diantaranya:
a. (Wibowo, 2006: 241) dalam
bukunya yang berjudul Pengantar Manajemen Perubahan, Pemahaman Tentang
Mengelola Perubahan dalam Manajemen, Manajemen perubahan adalah suatu
proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya
yang diperlukan untuk memengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak
dari proses tersebut. Manajemen perubahan ditujukan untuk memberikan solusi
bisnis yang diperlukan dengan sukses dengan cara yang terorganisasi dan dengan
metode melalui pengelolaan dampak perubahan pada orang yang terlibat
didalamnya.
Sementara
itu, perubahan selalu dimulai dengan inisiatif pandangan pada hasil positif.
Hambatan paling umum untuk keberhasilan perubahan adalah resistensi dan
perubahan terjadi lebih cepat dan lancar.
b. Aradea dkk (2010:E-27)
mengatakan bahwa Change Management adalah serangkaian proses yang
digunakan untuk memastikan bahwa perubahan strategis yang signifikan dalam
organisasi dilakukan secara terkontrol dan sistematis, untuk mengatasi
resistensi terhadap perubahan dalam rangka meningkatkan keterlibatan dan pencapaian
tujuan organisasi untuk transformasi efektif. Pencapaian perubahan yang
berkelanjutan dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang keadaan organisasi
saat ini, diikuti dengan pelaksanaan strategi yang tepat dan ditargetkan.
Change
Management difokuskan pada hasil perubahan yang akan dihasilkan
dan peraturan baru harus bisa dipahami. Perubahan proses biasanya berlaku untuk
tugas dan/atau perubahan struktur. Strategi Change Management yang
komprehensif diarahkan pada tujuan yang diinginkan dan menciptakan rasa
kepemilikan, sehingga memungkinkan perbaikan berkelanjutan, terukur dan
membangun kemampuan untuk menghadapi perubahan di masa depan.
2.2 Tujuan dan Manfaat Manajemen Perubahan
Perubahan
bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap dinamis dalam
menghadapi perkembangan jaman, kemajuan teknologi dan dibidang pelayanan
kesehatan adalah peningkatan kesadaran pasien akan pelayanan yang berkualitas
Perubahan
mempunyai manfaat bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, tanpa adanya perubahan
maka dapat dipastikan bahwa usia organisasi tidak akan bertahan lama.
2.3 Pendekatan Manajemen Perubahan
Wibowo, 2006:
246-251 dalam bukunya yang berjudul Pengantar Manajemen Perubahan, Pemahaman Tentang Mengelola
Perubahan dalam Manajemen Terdapat pendekatan utama untuk manajemen perubahan,
yang dinamakan planned change (perubahan terencana) dan emergent
change (perubahan darurat). Pendekatan yang dipergunakan tergantung
pada kondisi lingkungan yang dihadapi. Pada situasi tertentu planned change lebih
tepat daripada kondisi lainnya mungkin emergent change lebih
cocok.
2.3.1 Planned
Change (Perubahan Terencana)
Untuk melakukan perubahan terencana perlu dilakukan empat fase tindakan,
yaitu sebagai berikut.
1). Exploration
phase (fase eksplorasi)
Dalam tahap ini organisasi
menggali dan memutuskan apakah ingin membuat perubahan spesifik dalam operasi,
dan jika demikian, mempunyai komitmen terhadap sumberdaya untuk merencanakan
perubahan. Perubahan menyangkut kepedulian akan perlunya perubahan; mencari
bantuan eksternal untuk membantu dengan merencanakan dan mengimplementasi
perubahan; dan melakukan kontrak dengan konsultan yang mendefinisikan tanggung
jawab masing-masing pihak.
2). Planning
phase (fase perencanaan)
Sekali konsultan dan organisasi
membuat kontrak, tahap berikutnya adalah menyangkut pemahaman masalah dan
kepentingan organisasi. Proses perubahan menyangkut pengumpulan informasi
dengan maksud menciptkan diagnosis yang tepat tentang masalahnya; menciptkan
tujuan perubahan dan mendesain tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan
tersebut; dan membujuk pengambil keputusan kunci mencapai tujuan tersebut dan
mendukung perubahan yang diusulkan.
3) . Action
phase (fase tindakan)
Pada fase ini organisasi
mengimplementasikan perubahan yang ditarik dari perencanaan. Proses perubahan
menyangkut desain untuk menggerakkan organisasi dari keadaan sekarang ke
keadaan yang akan dating yang diharapkan, dan termasuk menciptakan pengaturan
yang tepat untuk mengelola proses perubahan dan mendapatkan dukungan untuk
tindakan yang dilakukan; dan mengevaluasi kegiatan implementasi dan mengumpan
hasil sehingga setiap penyesuaian dan perbaikan yang perlu dapat dilakukan.
4) . Integration
phase (fase integrasi)
Tahapan ini dimulai begitu
perubahan telah dengan sukses diimplementasikan. Hal ini berkaitan dengan
mengonsolidasi dan menstabilisasi perubahan sehingga mereka menjadi bagian
organisasi normal, operasi sehari-hari berjalan dan tidak memerlukan pengaturan
khusus atau mendorong memelihara mereka. Proses perubahan menyangkut penguatan
perilaku baru melalui umpan balik dan system penghargaan dan secara bertahap
menurunkan kepercayaan pada konsultan; dan melatih manajer dan pekerja untuk
memonitor perubahan secara konstan dan melakukan perbaikan terhadapnya.
2.3.2 Emergent
Approach (Pendekatan Darurat)
Emergent Approach memberikan
arahan dengan melakukan penekanan pada lima gambaran organisasi yang dapat
mengembangkan atau menghalangi keberhasilan perubahan, yaitu :
1). Organizational
structure (struktur organisasi)
Organizational
structure adalah perubahan struktural menuju pada suatu
organisasi dengan lebih banyak delegasi. Salah satu aspek yang berkembang
adalah dengan adanya gerakan menciptakan organisasi yang berpusat pada
pelanggan. Tanggapan pelanggan menempatkan tekanan lebih besar pada proses
horizontal yang efektif dan mewujudkan konsep bahwa setiap orang adalah
pelanggan.
2). Organizational
culture (budaya organisasi)
Organizational culture adalah suatu
upaya untuk memengaruhi perubahan dalam suatu organisasi sekadar dengan
berusaha mengubah budayanya.
3). Organizational
culture (organisasi pembelajaran)
Pembelajaran memegang peran
kunci dalam menyiapkan orang untuk bersedia melakukan perubahan, atau
membiarkan mereka menghalangi perubahan.
4). Managerial
behavior (perilaku manajerial)
Manajer diharapkan bekerja
sebagai pemimpin, fasilitator dan memiliki kemampuan meredam hambatan hierarki,
fungsi dan organisasional. Dapat mengajak dan memotivasi tim dan kelompok untuk
mengidentifikasi kebutuhan dan mencapai perubahan.
5). Power and
politics (kekuatan dan politik)
Memanfaatkan kekuatan dan
keadaan politik untuk terjadinya perubahan yang efektif.
2.4 Analisis Teori Manajemen Perubahan
a. Analisis Konsep dan Tahapan
Manajemen Perubahan
Dalam menginterpretasi konsep perubahan dalam sebuah
organisasi ataupun kelembagaan khususnya perguruan tinggi sangatlah harus tepat
dan sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi pada masa sekarang ini. Perubahan
yang di inginkan tentu saja menjurus pada ranah yang lebih baik dan konsepan
ini mesti meramalkan segala sikap dari pengalaman yang sebelumnya pernah di
alami.
Konsep perubahan tidak akan terlepas dari hukum
kausalitas antara pelaku organisasi. Hubungan timbal balik ini bisa di
timbulkan karena terjadinya perubahan baik yeng perubahan di sebabkan oleh
faktor internal maupun faktor eksternal.
b. Analisis Tahapan
Perubahan
Tahap pertama ialah menumbuhkan
kesadaran akan pentingnya perubahan. Tahapan ini berkenaan dengan faktor
manusianya, dalam hal ini seluruh warga perguruan tinggi. Manusia
memegang posisi kunci dalam proses perubahan. Mereka dapat merupakan kunci keberhasilan
tetapi sebaliknya dapat juga merupakan faktor penyebab gagalnya perubahan yang
dilakukan. Oleh karena itu faktor manusianya harus terlebih dahulu disiapkan
dengan baik sebelum perubahan dilaksanakan.
Setelah anggota menyadari arti
pentingnya perubahan yang hendak dilakukan, barulah perubahan yang sesungguhnya
dilaksanakan. Konsekuensi dari perubahan tersebut bisa sangat beragam, mulai
dari yang sederhana sampai yang kompleks. Saat-saat perubahan berlangsung,
perguruan tinggi berada dalam kondisi kritis dan sering terjadi chaos karena
aturan yang lama sudah ditinggalkan/tidak berlaku lagi tetapi aturan yang baru
belum berjalan dengan sempurna. Kondisi seperti itu wajar karena memang sedang
dalam masa transisi.Penerapan sesuatu yang baru dapat saja diikuti dengan
perubahan sikap dan tingkahlaku warga perguruan tinggi.
Tahapan berikutnya ialah
mengembalikan perguruan tinggi kepada situasi yang normal kembali. Setelah
perubahan dilaksanakan, berbagai aturan baru diberlakukan secara penuh,
demikian juga para anggota diharapkan bersikap dan bertingkahlaku sesuai
kondisi organisasi yang baru. Jika pada tahapan pertama kondisi yang sudah
stabil sengaja ’dibuka’ sehingga siap menerima perubahan, maka pada tahapan
yang terakhir ini kondisi yang berubah tadi ’ditutup’, agar stabil kembali.
c. Analisis Pelaksanaan
Manajemen Perubahan
Perguruan tinggi merupakan sebuah
sistem yang terdiri dari berbagai komponen. Perubahan pada salah satu
komponen akan berpengaruh terhadap komponen yang lain. Manusia merupakan
komponen yang paling sulit diprediksi dan dalam kaitannya dengan perubahan
organisasi, merupakan persoalan yang paling rumit.
Orang memiliki kecenderungan
menolak adanya perubahan sebab perubahan akan membawa mereka ke dalam situasi
yang tidak menentu. Pada umumnya orang menginginkan situasi yang stabil
sehingga cenderung mempertahankan kondisi dan kedudukan yang telah mapan.
Ada beberapa
kategori yang di lakukan oleh kelompok ataupun organisasi
1.
Resistensi atau penolakan terhadap perubahan
Yang dimaksud resistensi terhadap perubahan ialah bahwa orang (anggota)
cenderung menolak perubahan dan berusaha mempertahankan status dan
kenyamanan kerja sebagaimana yang telah mereka peroleh sebelumnya. Perubahan
akan membawa mereka kepada situasi yang kacau sehingga menimbulkan kecemasan.
Berbagai kemudahan yang mereka peroleh selama ini juga terancam hilang,
setidaknya mengalami perubahan. Mereka sudah terbiasa dengan lingkungannya,
menjalin hubungan baik dengan teman-teman sejawatdan juga pimpinannya.
Perubahan organisasi akan merusak berbagai hubungan yang sudah terjalin
tersebut. Kecuali itu anggota yang sudah memiliki kedudukan dan kekuasaan
tertentu merasa terancam pula dengan adanya perubahan organisasi. Dalam situasi
yang baru nanti tidak ada jaminan bahwa mereka akan memperoleh kedudukan yang
lebih tinggi atau setidak-tidaknya sama dengan apa yang mereka dapatkan dalam
kondisi lama. Dari berbagai alasan itulah maka anggota cenderung menolak
perubahan organisasi.
2.
Pengawasan organisasi
Problem kedua berkenaan dengan pengawasan organisasi. Dalam situasi yang
normal (sebelum perubahan dilaksanakan) pengawasan mudah dilakukan sebab
jalurnya sudah pasti sebagaimana tergambar pada struktur organisasi. Akan
tetapi dengan adanya perubahan, situasinya menjadi lain. Organisasi diliputi
suasana kacau, paling tidak selama masa transisi. Dalam keadaan seperti itu
sukar memantau tingkahlaku dan penampilan anggota. Dengan demikian sukar pula
melakukan tindakan perbaikan jika ternyata terjadi penyimpangan.Mekanisme
pengawasan sebagaimana tergambar dalam struktur organisasi hanya dapat
dilakukan dengan efektif pada situasi yang stabil. Dalam masa transisi belum
jelas benar siapa mengawasi siapa atau siapa bawahan siapa karena strukturnya
mengalami perubahan.
3.
Kekuasaan
Problem yang ketiga menyangkut masalah kekuasaan. Pada umumnya dalam sebuah
organisasi (termasuk
perguruan tinggi) terdapat kelompok-kelompok informal yang memiliki ’kekuasaan’
dalam mengendalikan organisasi. Kelompok-kelompok seperti itu memiliki pengaruh
yang besar terhadap pimpinan dan ikut mewarnai kebijakan-kebijakan yang diambil
organisasi. Aktivitas kelompok-kelompok seperti itu cenderung bersifat politis
daripada rasional organisatoris. Mereka sudah memiliki ’kedudukan’ yang mapan
dalam struktur yang berlaku. Dengan adanya perubahan organisasi, suasana
menjadi kacau sehingga kedudukan mereka terancam. Akibatnya para anggota dan
juga kelompok-kelompok yang ada saling berebut pengaruh agar dapat menduduki
posisi kunci dalam struktur yang baru nanti. Situasi seperti itu dapat
menyebabkan tujuan perubahan itu sendiri tidak tercapai,atau setidak-tidaknya
mengurangi keefektifan pencapaian tujuan perubahan.
2.5 Penyebab perubahan dan cara
mengatasi tantangan terhadap perubahan
2.5.1 Penyebab Perubahan
Winardi
dalam bukunya Manajemen Perubahan (2010:65), juga menjelaskan penyebab
terjadinya perubahan, disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, diantaranya:
1. Faktor
Ekonomi
Keadaan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi kinerja
perusahaan dan industri. Faktor ekonomi mengacu kepada sifat, cara dan arah
dari perekonomian dimana suatu perusahaan akan atau sedang berkompetisi.
2. Faktor Sosial
Faktor-faktor sosial mempengaruhi suatu perusahan
mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang berkembang, dan gaya hidup dari
orang-orang di lingkungan dimana perusahaan beroperasi.
3. Faktor Politik dan Hukum
Arah dan stabilitas dari faktor politik dan hukum
merupakan pertimbangan utama bagi manajer dalam memformulasikan strategi
perusahaan. Faktor politik dan hukum mendefinisikan parameter hukum dan
bagaimana pengaturan perusahaan melalui keputusan perdagangan yang wajar,
program perpajakan, penentuan upah minimum, kebijakan polusi dan harga serta
banyak tindakan lainnya yang bertujuan untuk melindungi karyawan, konsumen, masyarakat
umum dan lingkungan.
4. Faktor Teknologi
Faktor tenologi sebagaimana faktor-faktor lain dalam
lingkungan umum merefleksikan kesempatan dan ancaman bagi perusahan. Kemajuan
teknologi secara dramatis telah mengubah produk, jasa pasar, distributor, pesaing,
pelanggan, proses manafaktur, praktik-praktik pemasaran dan posisi persaingan.
Dari ke empat faktor lingkungan yang menyebabkan
perubahan dalam suatu perusahaan atau lembaga, maka perubahan tersebut
sangatlah mudah dan dapat tercapai tujuan yang diingingkan.
2.5.2 Cara mengatasi tantangan terhadap Perubahan
Menurut
Winardi dalam bukunya Manajemen Perubahan (2004:79), menyatakan bahwa
untuk mengatasi tantangan terhadap suatu perubahan sebagai berikut:
a. Pendidikan dan
Komunikasi.
Pesan
yang disampaikan kepada para manajer yang ingin melaksanakan proses perubahan
adalah: upayakan agar supaya pihak-pihak yang terlibat dalam perubahan tersebut
memahami apa saja alasan dibelakang tindakan perubahan tersebut, bagaimana
bentuknya dan bagaimana dampak-dampak yang dapat diduga akan timbul.
b. Partisipasi dan
Keterlibatan.
Bantulah
dan berilah dorongan kepada semua pihak yang terlibat dalam semua proses dan
aktivitas perubahan tersebut untuk membatu dan mendesain dan mengimplementasi
perubahan tersebut, dalam rangka upaya mendapatkan ide-ide mereka, dan untuk
memastikan komitmen mereka.
c. Fasilitas dan Bantuan.
Berilah
dorongan, bantuan, pelatihan, konseling, dan sumber-sumber daya kepada semua
pihak yang dipengaruhi oleh perubahan tersebut, membantu mereka menyesuaikan
diri terhadap tuntutan-tuntutan baru yang muncul.
d. Negosiasi dan
Persetujuan
Tawaran-tawaran
untuk menyediakan insentif-insentif sebagai imbalan untuk persetujuan menerima
perubahan.
e. Manipulasi dan
Kooptasi
Manipulasi
berarti mengatur dan secara selektif memanfaatkan informasi dan
insentif-insentif yang terimplikasi guna memaksimasi kemungkinan penerimaan
terhadap perubahan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan
materi pembahasan diatas yang dapat penyusun simpulkan mengenai “Teori Manajemen Perubahan” mata kuliah Manajemen
Perubahan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Definisi manajemen perubahan
adalah proses terus-menerus memperbaharui organisasi
berkenaan dengan arah, struktur, dan kemampuan untuk melayani kebutuhan yang
selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para pekerja itu sendiri.
2. Tujuan dan manfaat
manajemen perubahan
a. Tujuan Perubahan
bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap dinamis dalam
menghadapi perkembangan jaman, kemajuan teknologi dan dibidang pelayanan
kesehatan adalah peningkatan kesadaran pasien akan pelayanan yang berkualitas
b. Perubahan mempunyai
manfaat bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, tanpa adanya perubahan maka
dapat dipastikan bahwa usia organisasi tidak akan bertahan lama.
3. Pendekatan
manajemen perubahan
Ø Planned Change (Perubahan Terencana)
Ø Emergent Approach (Pendekatan Darurat)
4.
Analisis teori manajemen perubahan
Ø
Analisis Konsep dan
Tahapan Manajemen Perubahan
Ø Analisis Tahapan Perubahan
Ø
Analisis Pelaksanaan
Manajemen Perubahan
5. Penyebab perubahan dan
cara mengatasi tantangan terhadap perubahan
Ø Faktor
Ekonomi
Ø Faktor
Sosial
Ø Faktor
Politik dan Hukum
Ø Faktor Teknologi
3.2 Saran
Dengan
terselesaikannya makalah ini, semoga dapat bermanfaat dan bisa dijadikan sumber
pengetahuan baru oleh semua pihak. Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam
menyusun makalah ini karena keterbatasan materi yang saya miliki.Untuk itu
kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan agar bisa menjadi lebih baik
dalam menyusun pembuatan makalah.
DAFTAR
PUSTAKA
Winardi. 2005. Manajemen
Perubahan. Jakarta: Pranada Media\
Davidson, Jeff, Change
Management, The Complete Ideal’s Duides, Jakarta : Prenada, 2005, hal. 3.
Wibowo, Managing
Change, Pengantar Manajemen Perubahan, Pemahaman Tentang Mengelola Perubahan
dalam Manajemen, Bandung : ALFABETA, 2006, hal. 37.
https://wahyusaripudin.wordpress.com/2014/04/05/makalah-manajemen-perubahan-pada-lembaga-pendidikan/



No comments:
Post a Comment