Berdasarkan konsep kunci dari teori kepribadian freud, berikut
ini akan dijelaskan beberapa teorinya yang dapat diimplemetasikan dalam
pendidikan, yaitu:
Pertama, konsep kunci bahwa manusia
adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian,
implementasi pandangan Freud dalam pendidikan sangat memberikan kontribusi yang
signifikan, terutama memberikan panduan atau acuan pada guru dalam melakukan
pembelajaran dan memberikan bimbingan, sehingga bimbingan benar-benar efektif dan
sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Adapun fungsi-fungsi bimbingan yang
dilakukan oleh guru antara lain:
Memahami Individual Siswa
Seorang guru dan pembimbing dapat memberikan bantuan yang
efektif jika mereka dapat memahami dan mengerti persoalan, sifat, kebutuhan,
minat, dan kemampuan siswa. Karena itu, bimbingan yang efektif menuntut secara
mutlak pemahaman diri anak secara menyeluruh. Karena tujuan bimbingan dan
pendidikan dapat dicapai jika programnya didasarkan atas pemahaman diri anak didiknya.
Preventif dan Pengembangan Individual Siswa
Preventif dan pengembangan merupakan dua sisi dari satu mata
uang. Preventive berusaha mencegah kemerosotan perkembangan seseorang dan
minimal dapat memelihara apa yang telah dicapai dalam perkembangannya melalui
pemberian pengaruh-pengaruh yang positif, memberikan bantuan untuk
mengembangkan sikap dan pola perilaku yang dapat membantu setiap individu untuk
mengembangkan dirinya secara optimal.
Membantu individu untuk menyempurnakan setiap siswa pada saat
tertentu ketika membutuhkan pertolongan dalam menghadapi dan menjalani
keseharian mereka dan beradaptasi dengan lingkungannya. Bimbingan dapat
memberikan bantuan pada siswa untuk penanganan dan pemibimbingan dalam
kepgiatan pembelajaran dan membantu memberikan pilihan yang sesuai dengan
potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
Kedua, konsep teori tentang kecemasan yang dimiliki seseorang dapat
digunakan sebagai wahana pencapaian tujuan bimbingan oleh guru, yaitu membantu
individu supaya mengerti diri dan lingkungannya, mampu memilih, memutuskan dan
merencanakan hidup secara bijaksana mampu mengembangkan kemampuan dan
kesanggupan, memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, mampu
mengelola aktivitas sehari-hari dengan baik dan bijaksana, mampu memahami dan
bertindak sesuai dengan norma agama, sosial dalam masyarakatnya.
Ketiga, konsep teori psikoanalisis yang menekankan pengaruh masa lalu
(masa kecil) terhadap perjalanan manusia. Dalam system pembinaan akhlak
individual, islam menganjurkan agar keluarga dapat melatih dan membiasakan
anak-anknya agar dapat tumbuh kembang sesuai dengan norma agama dan sosial.
Bila sebuah keluarga mampu memberikan bimbingan yang baik, maka kelak anak itu
diharapkan akan tumbuh menjadi manusia yang baik.
Keempat, teori freud tentang tahapan perkembangan kepribadian individu
dapat digunakan dalam proses bimbingan, baik sebagai materi maupun pendekatan.
Konsep ini memberikan arti bahwa, materi, metode, dan pola bimbingan harus
disesuaikan dengan tahapan perkembangan kepribadian individu, karena pada
setiap tahapan itu memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda.
Kelima, konsep freud tentang ketidaksadaran dapat digunakan dalam proses
bimbingan yang dilakukan oleh guru pada individu dengan harapan dapat
mengurangi impuls-impuls dorongan Id yang bersifat irrasional sehingga berubah
menjadi rasional.

No comments:
Post a Comment