Sunday, 25 February 2018

menejemen pemasaran

menejemen pemasaran - Assalamu'alaikum Wr.Wb

hay teman teman bertemu lagi dengan  saya emen yang tampan kata emak, mungkin.
nah postingan saya kali ini akan membahas tentang pemasaran.

taukah teman teman pemasaran kerap dilakukan oleh siapa saja baik itu pedagang, pemilik perusahaan, sales, dan yang tidak memiliki apapun mereka secara tidak sadar kerap melakukan pemasaran. pokonya semuanya melakukan yang namanya pemasaran.

way ?? kenapa demikian, orang yang tidak memiki perusahaan atau barang apapun, bisa melakukan pemasaran ??
jawabanya simple...

yuk pantengi terus coretan orang aneh yang sedang berhayal.
cekidot...

sebelum membahas orang yang tidak punya apa-apa kerap melakukan pemasaran, tahukah teman-teman apa itu pemasaran ??



apa sih pemasaran ? apakah sekumpulan orang orang yang menjajakan dagangan nya di pasar, dan melakukan transaksi jual beli sehingga ada metode tawar menawar dan pada akhirnya emak-emak super ekonomis bisa menjatuhkan harga pasaran dibawah modal ??

waw teori temen temen sedikit aneh juga yah kedengeran nya. tapi emang seperti itulah pemasaran.


jadi pemasaran itu ialah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui suatu proses yang disebut pertukaran.

ya gak jauh beda dengan definisi nyentrik yang temen temen ungkapkan. 

arti lain dari pemasaran ialah suatu proses sosial dan menejerial antara individu atau kelompok dengan yang lainnya, baik individu atau kelompok agar mereka memperoleh apa yang dibutuhkan dan inginkan melalui penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai.

terdengar lebih mudah dipahami definisi yang nyentrik ya dari pada definisi asli nya hahahaha.....viss mas broo

oke lanjut,

setelah temen temen mengenal apa itu pemasaran maka otomatis secara bimsalabim temen temen akan lebih mudah memahami tentang pemasaran....

ya tidah jauh beda dengan  si dia harus mengenal terlebih dahulu nanti juga memahami... ciee siapa nich.!! ooup udah jangan dulu di bahas.

fokus lagi kepada pembahasan. setelah tau definisi tentang Pemasaran kita beranjak untuk mengetahui ada berapa jenis jenis pasar.

mengkin secara kondisi pasar terbagi menjadi 2 , pasar yang bersih dan pasar yang kotor, jorok, bau busuk.

namun secara tingkatan pasar terbagi menjadi 5 diantaranya :

PASAR POTENSIAL (Potential Marketing)

Pasar ini terdiri dari konsumen yang mempunyai tingkat minat tertentu terhadap suatu penawaran pasar. sebagai contoh, sekumpulan konsumen yang mempunyai minat untuk membeli rumah sederhana.

PASAR YANG TERSEDIA (Available Market)


Pada pasar ini terdapat konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, akses terhadap suatu penawaran pasar. Contoh sekumpulan konsumen yang mempunyai minat dan daya beli untuk membeli rumah tersebut. akses untuk membeli rumah itu mudah karena pasar menyediakannya.


PASAR TERSEDIA YANG MEMENUHI SYARAT (Qualified Available Market)

pada pasar ini terdapat kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan akses dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu. Contoh, pemerintah menyediakan rumah sederhana tapi hanya dikhususkan untuk pegawai negeri golongan I dan II.
sedangkan pegawai negeri golongan III dan IV bukan merupakan pasar yang tersedia yang memiliki syarat, walaupun mereka mempunyai daya, minat, dan akses pasar.

PASAR YANG DILAYANI (Served Market atau Target Market)


Pasar ini merupakan Qualified Availible Market yang akan di akses perusahaan. Contoh seperti penjualan rumah sederhana seperti penjelasan diatas yang hanya di pasarkan diwilayah DKI Jakarta saja.


PASAR PENETRASI (Penetration Market)


ini adalah pasar yang terakhir, terdapat konsumen konsumen yang telah benar benar membeli baik itu produk maupun jasa.

sekian postingan hari ini mengenai pemasaran, semoga bermanfaat
dan terima kasih untuk pihak yang bersangkutan, mungkin tanpa bantuan nya saya akan sangat kesulitan....

bertemu lagi dipostingan selanjutnya
see you next time...

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Saturday, 24 February 2018

MACAM-MACAM PUBLIC SPEAKING

MACAM -MACAM PUBLIC SPEAKING


Hallo para calon jenazah, bagaimana kabar kalian ??
Disini saya akan mengulas sedikit masalah Macam-macam public speaking melanjutkan postingan sebelumnya.
yang belum tau silahkan klik disini

langsung saja, apa saja sih macam macam public speaking 
  1. Khotbah adalah berbicara di muka umum yang berkaitan dengan tema-tema keagamaan. Khotbah ini biasanya dilakukan oleh pemuka-pemuka agama yang bertujuan umtuk mengajak kepada kebaikan serta menyampaikan pesan-pesan agama lainnya. 
  2. Propaganda adalah  berbicara di muka umum untuk menyampaikan ide-ide dengan tujuan untuk meyakinkan pendengar. seperti yang biasa dilakukan oleh calon calon eksekutif dan legislatif.
  3. Kampanye adalah berbicara di muka umum untuk kelompok tertentu (partai) dengan tujuan mempengaruhi massa. Kampanye ini biasa dilakukan untuk memperkenalkan tokoh tertentu atau menyampaikan program tertentu.
  4. Penerangan adalah berbicara di muka umum untuk menjelaskan sesuatu, misalnya program, permasalahan, pembangunan dan lain sebagainya.
  5. Agitasi adalah berbicara di muka umum dengan tujuan untuk membakar semangat massa.
  6. Orasi ilmiah adalah berbicara di muka umum pada forum-forum ilmiah. Pembicara adalah seorang ahli dengan mengunakan bahasa teoritis, ilmiah dan rasional dan pendengarnya pun terbatas dan hanya padakalangan tertentu.
  7. Reportase adalah berbicara di muka umum untuk menyampaikan laporan tentang sesuatu kejadian secara terbuka.

Nah itu adalah jenis-jenis publik speaking yang umum dikenal, sebetulnya masih banyak lagi hanya saja entah apalagi namanya.
yang saya jelaskan di atas adalah macam macam public speaking yang saya dapat didalam pembelajaran. Perlu kalian ingatkan, setiap jenis public speaking tentu memerlukan metode dan tekniknya masing-masing.Dan sebagai seorang pembicara yang hebat, kita harus pandai-pandai menggunakan metode yang pas atau bisa memilih dan menerapkan metode dengan tepat.

mungkin dicukup kandulu untuk postingan kali ini....
see you next time.
jangan lupa komentar unuk dijadikan bahan evaluasi kedepannya, agar lebih baik lagi dalam segala hal. 

Pentingnya pendidikan karakter terhadap anak

menurut sigmund freud usia nol sampai lima tahun adalah masa keemasan bagi anak. dijelaskan pada psikoanalisis

Maka dari itu pendidikan karakter di usia itu sangatlah penting, untuk menjaga agar tidak terkotori oleh karakter yang tidak semestinya. dan agar lebih cepat dipahami.

...sebab pemahaman yang diberikan pada usia dini sangatlah besar pengaruhnya, contohnya saja sebuah pohon yang bengkok bila sejak masih kecil perlahan demi perlahan coba diluruskan maka pada usia dewasa pohon itu senantiasa akan lurus. tentunya dengan memberikan pemahaman pada usia dini, akan memberikan hasil yang maksimal dikemudian hari.

anak adalah aset yang berharga bagi kemajuan negara, karena anak nantinya akan mengemban tugas sebagai penerus bangsa pengelola negara.
maka dari itu, pendidikan karakter harus diterapkan sejak usia dini.

mengapa harus menerapkan pendidikan karakter di usia dini?? 

dikhawatirkan anak anak yang katanya akan menjadi penerus bangsa tergerus oleh merosotnya moral karena salahnya pergaulan, yang mana anak anak tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

pendidikan pada masa sekarang relatif banyak dijumpai....namun  pada kontek kenyataan mengapa semakin banyak manusia yang seperti tidak mengenal pendidikan....
pada masa sekarang bukan hanya ibu yang menjadi sekolah bagi anak, melaikan sudah ada lembaga yang menangani anak pada masa keemasannya.
ada beberapa lembaga yang menangani secara langsung anak usia dini contoh seperti pendidikan anak usia dini atau dikenal dengan istilah PAUD.

yang mana didalamnya berisi pendidikan awal bagi anak, memberikan pemahaman dasar kepada anak, yang biasanya sering diselingi dengan bermain dan bernyanyi. pendidikan berperilaku, baik dalam bermasyarakat maupun dalam negara dan agama.

contohnya : bagaimana seharusnya bersikap kepada orang yang lebih dewasa, dan bagaimana bersikap kepada teman sebaya ataupun bersikap kepada yang lebih muda.

pendidikan anak usia dini merupakan penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar) kecerdasan (daya fikir, daya cipta, kecerdasan emosi,  kecerdasan spiritual) sosio emosional (sikap,prilaku serta agama) Bahasa dan komunikasi sesuai dengan keunikan keunikan, dan tahap tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

untuk mencapai itu semua tentu sangat diperlukan tujuan pendidikan anak usia dini, agar dalam penyelenggaraan nya mempunyai arah dan sasaran yang akan dicapai, serta penyelenggaraan bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

pendidikan anak usia dini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi anak sebagai langkah penyesuaian diri dengan lingkungan hidup anak dan di tempat belajar.

ada 4 alasan penting bagi orang tua mempertimbangkan pendidikan anak usia dini sebagai sarana menerapkan pendidikan karakter.

pertama :
pendidikan anak usia dini memiliki pendekatan dan metode pembelajaran yang sangat tepat dalam memberikan pelatihan motorik dan fisik terhadap anak didik, karena anak didik akan mudah melakukan pencernaan materi pelatihan yang diberikan 

kedua
anak akan diberi pelajaran tentang tata cara hidup dalam lingkungannya. bagaimana cara membedakan yang baik dan yang buruk, bagai mana caranya bergaul dengan teman sebaya dsb

ketiga
anak akan dididik bagaimana cara berinteraksi dengan benar, baik itu terhadap yang lebih tua ataupun yang lebih muda. dengan kata lain melatih caranya berinteraksi sosial dikehidupan bermasyarakat nantinya.

keempat
dengan belajar dan bermain dilembaga pendidikan anak usia dini anak bisa belajar berkomunikasi dengan benar dan lancar serta efektif , dan juga mengetahui bagaimana cara melakukan ekspresi serta imajinasi dan juga emosi dalam tata bahasa dan gaya bicara yang baik.

dalam usaha membantu tumbuh kembangnya anak didik secara maksimal, maka guru harus rajin memberikan bantuan dengan menggunakan pengulangan materi secara berkelanjutan serta memberikan bimbingan menyeluruh kepada anak, sehingga anak dapat tumbuh menjadi manusia yang berkualitas dan mempunyai kepribadian unggul dikemudian hari.

sekian 

PENDIDIKAN KARAKTER


inspektur jendral kementrian pendidikan dan kebudayaan Daryanto, Ak., MIS., M.Comm.,G. Dip.Com., QIA.,CA. "meminta masyarakat tidak menitik beratkan pendidikan karakter hanya kesekolah. Menurut beliau keluarga dan masyarakat juga mempunyai tanggung jawab yang sama, demi menanamkan pendidikan karakter kepada anak.

Dengan demikian, kata daryanto, tanggung jawab pendidikan bukan hanya dibebankan kepada sekolah semata, pergerakan awal justru dimulai dari lingkungan keluarga...

ineraksi kasih sayang murid degan orang tua, sanak saudara, serta kakek nenek itu juga dapat membantu dalam menerapkan pendidikan karakter.

sebagaimana UNESCO (1988) mendeklarasikan 4 pilar pembelajaran untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan :

  1. Learning to know - 
  2. learning to do -
  3. learning to be -
  4. learning to live together -

setelah itu lingkungan masyarakat harus membantu menunjang keberlangsungan penerapan karakter yang baik.

karena secara sederhana pengaruh yang paling besar itu dihasilkan oleh lingkungan masyarakat,... oleh karena itu diperlukan orang tua yang  harus cerdas mengelola cara bergaul anak.
memperhatikan gerak gerik anak, dengan kata lain tidak kehilangan kontrol terhadap anak.

maka dari itu sangatlah dibutuhkan komunikasi yang baik antara ke tiga aspek penunjang tersebut, baik sekolah dengan keluarga, sekolah dengan masyarakat, keluarga dengan masyarakat.

Daryanto menyebutkan prinsip saling asih ,saling asah dan saling asuh. dalam dunia pendidikan yang harus terlaksana dengan baik.

agar tidak ada lagi perlakuan yang tidak diinginkan, dan mungkin tidak seharusnya terjadi

Friday, 23 February 2018

Teori Sighmund Freud



Teori Sighmund Freud - Teori Freuds disebut Teori Psikoseksual

Menurut Freud, para bayi terlahir dengan kemampuan untuk merasakan kenikmatan apabila terjadi kontak kulit, dan para bayi itu memiliki semacam ketegangan di permukaan kulit mereka yang perlu diredakan melalui kontak kulit secara langsung dengan orang lain. Freud menyerupakan kenikmatan ini dengan rangsangan seksual tetapi ia memberi catatan bahwa hal ini berbeda secara kualitatif dari tipe rangsangan seksual yang dialami oleh orang dewasa karena kejadian yang dialami bayi ini lebih bersifat umum dan belum terdiferensiasi. Freud (790511959) menyebut kemampuan untuk mengalami kenikmatan ini dan kebutuhan untuk meredakannya dengan nama seksualitas bayi, yang berbeda dari seksualitas orang dewasa.
Pandangan mengenai seksualitas bayi dan anak-anak ini memicu protes luas orang-orang menentang Freud pada masa-masa akhir era Victorian dan awal abad ke-20. Tetapi Freud dan para pengikutnya, yang mendasarkan pendirian mereka pada pengalaman-pengalaman klinis, bersikukuh pada teori tersebut” Mereka tetap berpegang pada pandangan bahwa kornponen-komponen psikologis-eksperiensial saling terkait dengan disertai pergantian zona-zona erogen secara biologis melalui urutan (sekuen) tertentu. Dengan demikian tahapan-tahapan perkembangan ini disebut sebagai tahapan-tahapan psikoseksual (Psychosexual stages). Teori Freud. memandang bahwa tahapan-tahapan ini bersifat urniversal, berlaku pada sernua anak-anak dimana saja.
Menurut Freud, kemunculan setiap tahapan psikoseksual dan sebagian bentuk perilaku yang terjadi di setiap tahapan dikendalikan oleh faktor-faktor genetik atau kematangan sedangkan isi tahapan-tahapan tersebut berbeda-beda bergantung pada kultur tempat terjadinya perkembangan. Sekali lagi ini memperlihatkan contoh mengenai pentingnya interaksi antara kekuatan keturunan dan kekuatan lingkungan bagi proses perkembangan.

Freud berpendapat bahwa dalam perkembangan manusia terdapat dua hal pokok yaitu: (1) bahwa tahun-tahun awal kehidupan memegang peranan penting bagi pembentukan kepribadian; dan (2) bahwa perkembangan manusia meliputi tahap-tahap psikoseksual:
a)    Tahap oral ( sejak lahir hingga 1tahun )
Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makan. Dua macam aktivitas oral  ini, yaitu menelan makanan dan mengigit, merupakan prototipe bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Karena tahap oral ini berlangsung pada saat bayi sama sekali tergantung pada ibunya untuk memdapatkan makanan, pada saat dibuai, dirawat dan dilindungi dari perasaan yang tidak menyenangkan, maka timbul perasaan-perasaan tergantung pada masa ini. Frued berpendapat bahwa simtom ketergantungan yang paling ekstrem adalah keinginan kembali ke dalam rahim.
b)   Tahap anal (  usia 1-3 tahun )
Setelah makanan dicernakan, maka sisa makanan menumpuk di ujung bawah dari usus dan secara reflex akan dilepaskan keluar apabila tekanan pada otot lingkar dubur mencapai taraf tertentu. Pada umur dua tahun anak mendapatkan pengalaman pertama yang menentukan tentang pengaturan atas suatu impuls instingtual oleh pihak luar. Pembiasaan akan kebersihan ini dapat mempunyai pengaruh yang sangat luas terhadap pembentukan sifat-sifat dan nilai-nilai khusus.  Sifat-sifat kepribadian lain yang tak terbilang jumlahnya konon sumber akarnya terbentuk dalam tahap anal.
c)    Tahap phalik ( usia 3-5 tahun)
Selama tahap perkembangan kepribadian ini yang menjadi pusat dinamika adalah perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genetikal. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks Oedipus.  Freud memandang keberhasilan mengidentifikasikan kompleks Oedipus sebagai salah satu temuan besarnya.
Freud mengasumsikan bahwa setiap orang secara inheren adalah biseksual, setiap jenis tertarik pada anggota sejenis maupun pada anggota lawan jenis. Asumsi tentang biseksualitas ini disokong oleh penelitian terhadap kelenjar-kelenjar endokrin yang secara agak konklusif menunjukkan bahwa baik hormon seks perempuan terdapat pada masing-masing jenis. Timbul dan berkembangnya kompleks Oedipus dan kompleks kastrasi merupakan peristiwa-peristiwa pokok selama masa phalik dan meninggalkan serangkaian bekas dalam kepribadian.
d)   Tahap laten ( usia 5 – awal pubertas)
Masa ini adlah periode tertahannya dorongan-dorongan seks agresif. Selama masa ini anak mengembangkan kemampuannya bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah, bermain olah raga, dan kegiatan lainya). Tahapan latensi ini antara usia 6-12 tahun (masa sekolah dasar)
e)    Tahap genital/kelamin ( masa remaja)
Kateksis-kateksis dari masa-masa pragenital bersifat narsisistik. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri sedangkan orang-orang lain dikateksis hanya karena membantu memberikan bentuk-bentuk tambahan kenikmatan tubuh bagi anak. Selama masa adolesen, sebagian dari cinta diri atau narsisisme ini disalurkan ke pilihan-pilihan objek yang sebenarnya.
Kateksis-kateksis pada tahap-tahap oral, anal, dan phalik lebur dan di sistensiskan dengan impuls-impuls genital. Fungsi biologis pokok dari tahap genital tujuan ini dengan memberikan stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

MACAM-MACAM KOMPONEN MANUSIA


Komponen Dinamik (Energi Psikis)

Semangat (atau arah) perkembangan ilmiah dan intelektual pada akhir abad ke-19 terpusat di sekitar kajian tentang energi, dan Freud menerapkan konsep energi tersebut terhadap perilaku manusia. Ia menyebut energi ini sebagai energi psikis (psychic energyatau energy yang mengoperasikan berbagai komponen sistem psikologis.
Freud berpendapat bahwa insting (instincts) atau dorongan-dorongan psikologis yang muncul tanpa dipelajari adalah sumber utama energy  psikis. Insting memiliki dua ciri khas yang sangat penting, yakni: ciri konservatif (pelestarian) dan ciri repetitif (perulangan). Maksudnya, insting selalu menggunakan sesedikit mungkin jumlah energi yang di perlukan untuk melaksanakan aktivitas tertentu dan kemudian mengembalikan organisme kepada keadaannya yang semula, dan hal itu terjadi secara berulang-ulang. Dalam sistem Freud, insting bertindak sebagai perangsang pikiran mendorong individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Insting juga bisa dipandang sebagai gambaran psikologis dari proses biologis yang berlangsung.

Komponen Struktural

Id (Das Es) adalah sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Dari id ini kemudian akan muncul ego dan superego. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologik yang diturunkan, seperti insting, impuls dan drives. Id berada dan beroperasi dalam daerah unansdous, mewakili subjektivitas yang tidak pemah disadari sepanjang usia. Id berhubungan erat dengan proses fisik untuk mendapatkan enerji psikis yang digunakan untuk mengoperasikan sistem dari struktur kepribadian lainnya.
Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasunprinciple), yaitu: berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Bagi Id, kenikmatan adalah keadaan yang relatif inaktif atau tingkat enerji yang rendah, dan rasa sakit adalah tegangan atau peningkatan enerji yang mendambakan kepuasan. Jadi ketika ada stimuli yang memicu enerji untuk bekerja – timbul tegangan enerji – id beroperasi dengan prinsip kenikmatan; berusaha mengurangi atau menghilangkan tegangan itu; mengembalikan din ke tingkat enerji yang rendah. Pleasure principle diproses dengan dua Cara, tindak refleks (reflex actions) dan proses primer (primaryprocess). Tindak refleks adalah reaksi otomatis yang dibawa sejak lahir seperti mengejapkan mata – dipakai untuk menangani pemuasan rangsang sederhana dan biasanya segera dapat dilakukan. Proses primer adalah reaksi membayangkan/mengkhayal sesuatu yang dapat mengurangi atau menghilangkan tegangan – dipakai untuk menangani stimulus kompleks, seperti bayi yang lapar membayangkan makanan atau puting ibunya. Proses membentuk gambaran objek yang dapat mengurangi tegangan, disebut pemenuhan hasrat (nosh fullment), misalnya mimpi, lamunan, dan halusinasi psikotik.
Id hanya mampu membayangkan sesuatu, tanpa mampu membedakan khayalan itu dengan kenyataan yang benar-benar memuaskan kebutuhan. Id tidak mampu menilai atau membedaka benar-salah, tidak tabu moral. Jadi hams dikembangkan jalan memperoleh khayalan itu secara nyata, yang memberi kepuasan tanpa menimbulkan ketegangan baru khususnya masalah moral. Alasan inilah yang kemudian membuat Id memunculkan ego.

Ego (Das Ich) berkembang dari id agar orang mampu menangani realita; sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip realita (realityprinciple); usaha memperoleh kepuasan yang dituntut Id dengan mencegah terjadinya tegangan barn atau menunda kenikmatan sampai ditemukan objek yang nyata-nyata dapat memuaskan kebutuhan. Prinsip realita itu dikerjakan metalui proses sekunder (secondaryprocess), yakni berfikir realistik menyusun rencana dan menguji apakah rencana itu menghasilkan objek yang dimaksud. Proses pengujian itu disebut uji realita (reality testin ; melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah difikirkan secara realistik. Dari cara kerjanya dapat difahami sebagian besar daerah operasi ego berada di kesadaran, namun ada sebagian kecil ego beroperasi di daerah prasadar dan daerah taksadar.
Ego adalah eksekutif (pelaksana) dari kepribadian, yang memiliki dua tugas utama; pertama, memilih stimuli mana yang hendak direspon dan atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Kedua, menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai dengan tersedianya peluang yang. resikonya minimal.Dengan kata lain, ego sebagai eksekutif kepribadian berusaha memenuhi kebutuhan Id sekaligus juga memenuhi kebutuhan moral dan kebutuhan berkembang-mencapai-kesempurnaan dan superego. Ego sesungguhnya bekerja untuk memuaskan Id, karena itu ego yang tidak memiliki enerji sendiri akan memperoleh enegi dari Id.

Superego (Das Ueber Ich) adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (idealisticprinciple) sebagai lawan dari prinsip kepuasan Id dan prinsip realistik dad Ego. Superego berkembang dari ego, dan seperti ego dia tidak mempunyai energi sendiri. Sama dengan ego, superego beroperasi di tiga daerah kesadaran. Namun berbeda dengan ego, dia tidak mempunyai kontak dengan dunia luar (sama dengan Id) sehingga kebutuhan kesempurnaan yang diperjuangkannya tidak realistik (Id tidak realistik dalam memperjuangkan kenikmatan).
Prinsip idealistik mempunyai dua subprinsip, yakni conscience dan ego-ideal. Super-ego pada hakekatnya merupakan elemen yang mewakili nilai-nilai orang tua atau interpretasi orang tua mengenai standar sosial, yang diajarkan kepada anak melalui berbagai larangan dan perintah. Apapun tingkahlaku yang dilarang, dianggap salah, dan dihukum oleh orang tua, akan diterima anak menjadi suara hati (conscience), yang berisi apa saja yang tidak boleh dilakukan. Apapun yang disetujui, dihadiahi dan dipuji orang tua akan diterima menjadi standar kesempurnaan atau ego ideal, yang berisi apa saja yang seharusnya dilakukan. Proses mengembangkan konsensia dan ego ideal, yang berarti menerima standar salah dan benar itu disebut introyeksi (introjection). Sesudah terjadi introyeksi, kontrol pribadi akan mengganti kontrol orang tua.
Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan, menghukum dengan keras kesalahan ego, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran. Super-ego juga seperti ego dalam hal mengontrol id, bukan hanya menunda pemuasan tetapi merintangi pemenuhannya. Paling tidak, ada 3 fungsi superego; (1) mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan-tujuan moralistik, (2) merintangi impuls id, terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat, dan (3) mengejar kesempurnaan.
Struktur kepribadian id-ego-superego itu bukan bagian-bagian yang menjalankan kepribadian, tetapi itu adalah nama dalam sistem struktur dan proses psikologik yang mengikuti prinsip-prinsip tertentu. Biasanya sistem-sistem itu bekerja bersama sebagai team, di bawah arahan ego. Baru kalau timbul konflik diantara ketiga struktur itu, mungkin sekali muncul tingkahlaku abnormal.

Komponen Sekuensial (Tahapan)
Bagian ketiga dan terakhir dari model Freud adalah komponen tahapan atau komponen sekuensial (sequential or stage component). Bagian ini menekankan pola atau gerak maju organisme melalui tahapan-tahapan perkembangan yang berbeda dan semakin lama semakin adaptif. Menurut Freud, pintu pertama menuju kematangan adalah tahapan perkembangan genital, dimana terbentuk hubungan yang berarti berlangsung terus menerus

Pengaplikasian teori Freud dalam Pendidikan


Berdasarkan konsep kunci dari teori kepribadian freud, berikut ini akan dijelaskan beberapa teorinya yang dapat diimplemetasikan dalam pendidikan, yaitu: 

Pertama, konsep kunci bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, implementasi pandangan Freud dalam pendidikan sangat memberikan kontribusi yang signifikan, terutama memberikan panduan atau acuan pada guru dalam melakukan pembelajaran dan memberikan bimbingan, sehingga bimbingan benar-benar efektif dan sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Adapun fungsi-fungsi bimbingan yang dilakukan oleh guru antara lain:
Memahami Individual Siswa
Seorang guru dan pembimbing dapat memberikan bantuan yang efektif jika mereka dapat memahami dan mengerti persoalan, sifat, kebutuhan, minat, dan kemampuan siswa. Karena itu, bimbingan yang efektif menuntut secara mutlak pemahaman diri anak secara menyeluruh. Karena tujuan bimbingan dan pendidikan dapat dicapai jika programnya didasarkan atas pemahaman diri anak didiknya.
Preventif dan Pengembangan Individual Siswa
Preventif dan pengembangan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Preventive berusaha mencegah kemerosotan perkembangan seseorang dan minimal dapat memelihara apa yang telah dicapai dalam perkembangannya melalui pemberian pengaruh-pengaruh yang positif, memberikan bantuan untuk mengembangkan sikap dan pola perilaku yang dapat membantu setiap individu untuk mengembangkan dirinya secara optimal.
Membantu individu untuk menyempurnakan setiap siswa pada saat tertentu ketika membutuhkan pertolongan dalam menghadapi dan menjalani keseharian mereka dan beradaptasi dengan lingkungannya. Bimbingan dapat memberikan bantuan pada siswa untuk penanganan dan pemibimbingan dalam kepgiatan pembelajaran dan membantu memberikan pilihan yang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Kedua, konsep teori tentang kecemasan yang dimiliki seseorang dapat digunakan sebagai wahana pencapaian tujuan bimbingan oleh guru, yaitu membantu individu supaya mengerti diri dan lingkungannya, mampu memilih, memutuskan dan merencanakan hidup secara bijaksana mampu mengembangkan kemampuan dan kesanggupan, memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, mampu mengelola aktivitas sehari-hari dengan baik dan bijaksana, mampu memahami dan bertindak sesuai dengan norma agama, sosial dalam masyarakatnya.

Ketiga, konsep teori psikoanalisis yang menekankan pengaruh masa lalu (masa kecil) terhadap perjalanan manusia. Dalam system pembinaan akhlak individual, islam menganjurkan agar keluarga dapat melatih dan membiasakan anak-anknya agar dapat tumbuh kembang sesuai dengan norma agama dan sosial. Bila sebuah keluarga mampu memberikan bimbingan yang baik, maka kelak anak itu diharapkan akan tumbuh menjadi manusia yang baik.

Keempat, teori freud tentang tahapan perkembangan kepribadian individu dapat digunakan dalam proses bimbingan, baik sebagai materi maupun pendekatan. Konsep ini memberikan arti bahwa, materi, metode, dan pola bimbingan harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan kepribadian individu, karena pada setiap tahapan itu memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda.

Kelima, konsep freud tentang ketidaksadaran dapat digunakan dalam proses bimbingan yang dilakukan oleh guru pada individu dengan harapan dapat mengurangi impuls-impuls dorongan Id yang bersifat irrasional sehingga berubah menjadi rasional.